..............berpendarlah dengan cahaya yang berkilau laksana kunang-kunang di malam yang gelap....... tak perlu ragu karena dari mana asalmu, karena kilau emas sekalipun berasal dari kubangan lumpur juga......................

Selasa, 10 Mei 2011

DEVDAS (2002)



Apakah anda salah satu penggemar film Bollywood?? Jika iya, pasti anda tahu film Devdas (2002) karya sutradara Sanjay Leela Bhansali. Film yang diangkat dari Novel karya Sharat Chandra Chattopadhyay (1917), yang mana telah beberapa kali di visualisasikan. Film yang dibintangi oleh Shahrukh Khan, Aishwarya Rai dan Madhuri Dixit ini adalah satu-satunya film Bollywood yang mampu bertahan dalam benak saya selama 9 tahun terakhir. Bukan berarti saya tidak memiliki film-film Bollywood favorit lainnya, tapi menurut saya Devdas sangatlah berbeda dari film-film Bollywood yang lainnya.

Pada saat rilis, Devdas adalah film Bollywood yang paling mahal yang pernah diproduksi. Film ini dirilis dalam enam versi bahasa alternatif: Inggris, Perancis, Jerman, Mandarin, Thai, dan Punjabi.

Film ini bercerita tentang percintaan yang tragis karena perbedaan kasta antara Devdas Mukherjee (Shahrukh Khan) dengan Parvati "Paro" Chakraborty (Aishwarya Rai) dengan latar belakang kehidupan sosial masyarakat India pada dekade 1920-an.



Devdas dilahirkan dalam kemewahan lantaran ayahnya, Zamindar Narayan Mukherjee (Vijay Crishna) adalah pengacara sukses yang kaya raya dan juga berasal dari kasta yang tinggi, sedang Paro (panggilan Parvati) berasal dari keluarga kebanyakan yang berkasta lebih rendah daripada keluarga Devdas.

Devdas dan Paro tumbuh di sebuah desa indah Taj Sonapur dan melewatkan masa kanak-kanaknya bersama. Tanpa memikirkan latar belakang keluarga mereka yang berbeda, tumbuh sebuah ikatan spesial yang kuat antara mereka berdua. Paro sangat sedih ketika Devdas dikirim ayahnya untuk belajar ke Inggris, namun ia tetap setia menunggu kepulangan Devdas, dengan terus menyalakan lentera kecil untuk sang pujaan hatinya.

Ketika akhirnya Devdas kembali, dunia Paro bagaikan bernyanyi dengan nada-nada bahagia. Jalinan cinta Paro dan Devdas didukung penuh oleh ibu Paro, Sumitra (Kiron Kher). Sayangnya cinta mereka harus menghadapi ujian berat. Semuanya bermula gara-gara campur tangan salah satu anggota keluarga mereka yaitu Kumud Mukherjee (Ananya Khare) yang tak lain adalah kakak ipar Devdas, sehingga lamaran yang diajukan Sumitra untuk mengikat Paro dan Devdas dalam ikatan perkawinan ditolak mentah-mentah oleh ayah Devdas dan juga ibu Devdas, Kaushalya (Smita Jaykar).





Mereka sama sekali tidak sudi menerima Paro sebagai menantu karena merasa kelas mereka lebih tinggi dari keluarga Paro. Tentu saja Sumitra sangat sakit hati menerima perlakuan seperti itu sehingga langsung merencanakan pernikahan Paro dengan Zamindar Bhuvan Choudhry (Vijayendra Ghate), seorang duda kaya yang statusnya tidak kalah dengan Narayan Mukherjee. Devdas berusaha mengubah keputusan orang tuanya namun gagal sehingga dengan putus asa menulis surat kepada Paro untuk melupakan dirinya.

Paro terluka hatinya saat membaca surat Devdas sehingga memutuskan menikah dengan Bhuvan walau tanpa cinta. Sementara itu, berkat sahabat yang brengsek, Chunni Baba (Jackie Shroff), Devdas pun diperkenalkan pada alkohol dan pelacuran. Tidak heran kerja Devdas setiap hari hanya bermabuk-mabukan saja. Devdas pun mengenal seorang wanita penghibur cantik, bernama Chandramukhi (Madhuri Dixit) yang jatuh cinta kepada Devdas.



Chandramukhi berusaha menolong Devdas yang dicintainya, dia selalu berusaha menghibur Devdas, tapi rasa sakit karena kehilangan cinta yang dirasakan Devdas terlalu besar, hingga dia tak mampu mengalihkan kesedihan Devdas.



Devdas pun makin larut dengan minum-minuman keras hingga tubuhnya tak mampu lagi dapat menahan kerasnya pengaruh alkohol, dia makin terpuruk dalam kesedihan dan kesakitan.







Sedang Paro menjadi wanita terhormat keluarga Choudhry walau sebenarnya dalam hati dia tak henti-hentinya menangis menahan kerinduan akan kekasihnya. Hingga akhirnya dia mengenal Chandramukhi dan merekapun bersahabat, semua itu dia lakukan karena dia masih sangat mencintai Devdas.





Tapi akhirnya cinta antara Devdas dan Paro harus berakhir tragis. Devdas meninggal karena terlalu banyak minum-minuman keras, tapi sebelum meninggal, Devdas menepati janjinya untuk menemui Paro. Devdas meninggal di depan gerbang istana yang telah mengurung cinta Paro terhadap Devdas. Dan lentera kecil itu padam, tapi cinta mereka tak pernah bisa padam.



Kenapa saya suka film Devdas (2002)?? Tentunya akhir yang tragis selalu membuat saya menyukai cerita-cerita romansa cinta. Ada beberapa teman dan keluarga saya yang bilang film ini kurang menguras air mata untuk ukuran film drama cinta Bollywood (karena temanku biasanya sedia ember kalau nonton film Bollywood), tapi justru disinilah letak keunikannya, semua emosi divisualisasikan tanpa mengumbar banyak kata, dan emosi dibuat serasa menggantung, dan hanya aktor sekaliber Shahrukh Khan yang mampu menggambarkan kepedihan hati tanpa banyak kata yang terbuang percuma, begitu juga peran Paro yang dengan cerdas di perankan oleh Aishwarya Rai yang mana bisa menggambarkan kegalauan hati seorang kekasih hanya dengan sorot mata yang penuh kekosongan. Ditambah sosok Madhuri Dixit yang memerankan karakter Chandramukhi ( seorang wanita penghibur tapi sangat berkharisma) dengan sangat apik.









Selain itu setting dari film ini yang membuat saya selalu terkagum-kagum (sangat berharap insan-insan film tanah air mampu membuat film dengan setting yang spektakuler dan bisa menghidupkan cerita dengan sangat apik), lampu-lampu kristal yang bertebaran diseluruh film, temaram nyala lilin yang seakan nyata menerangi seluruh pencahayaan film, bangunan-bangunan dengan gaya klasik sangat menghidupkan suasana (coba saja lihat saat Paro berlari di istana suaminya yang megah). Begitu juga kostum yang dipakai begitu indah dan elegan (membuat Madhuri Dixit tampil lebih muda dari umurnya) dan tak kalah penting adalah koreografinya yang sangat briliant (paling suka koreo untuk lagu "dola re dola", "maar dala" dan "Silsila Ye Chaahat Ka"). Bukan film Bollywood jika tidak dihiasi dengan lagu-lagu indah, begitupun lagu-lagu di film ini yang terdengar sangat klasik seolah mengajak kita untuk menikmati cinta yang terus terkenang dari masa ke masa.



Dan tidaklah berlebihan jika film ini banyak menuai pujian dan penghargaan. Termasuk dari saya..... ^_^

5 komentar:

  1. like it so much!! ini film favoritku kak. selain karena aku suka sama aishwarya-nya, tapi emang filmnya keren.
    menurutku sih justru film ini gag henti2nya nguras air mata. emosinya kena banget. sesek deh nontonnya. tapi pengen nonton lagiiii....

    BalasHapus
  2. @Syifa: betul.... walau gak mengumbar banyak air mata tapi malah emosinya bikin tenggorokan tersedak... selain itu setting dan koreonya sangat brilian...

    BalasHapus
  3. wahh... udah pernah nonton nih film.. bagus ceritanya... kl nggak salah dapat penghargaan di USA

    BalasHapus
  4. @Pik: memang banyak mendapat pujian dari sineas dunia

    BalasHapus
  5. Markas Cetar sebuah situs dimana dalamnya terdapat cerita dan juga kisah True Story tentang persahabatan , percintaan , bahkan keseharian
    Markas Cetar
    Cetar Family's
    Kisah True Story
    Kisah Nyata Persahabatan
    Kisah Cerita Nyata
    True Story
    True Story Indonesia
    Kisah True Story Indonesia

    BalasHapus