..............berpendarlah dengan cahaya yang berkilau laksana kunang-kunang di malam yang gelap....... tak perlu ragu karena dari mana asalmu, karena kilau emas sekalipun berasal dari kubangan lumpur juga......................

Kamis, 12 Mei 2011

My Sister Keeper



Jika kau menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup anakmu, apakah itu menjadikanmu ibu yang buruk?


Apakah anda pernah membaca novel karya Jodi Picoult yang berjudul My Sister Keeper??? Novel ini harus saya acungin jempol karena sangat berbeda dengan novel-novel yang pernah saya baca sebelumnya. Novel yang membuat saya banjir air mata sampai dua kali lipat dari biasanya, selain karena ceritanya yang mencengkeram, hati satu lagi yang bikin saya menangis adalah saya harus kehilangan buku yang pernah saya beli ini karena entah dibawa kabur sama siapa. (lupa ada yang pinjam dan tidak pernah kembali)

Apa jadinya jika anak gadis berumur 13 tahun mengajukan gugatan hukum terhadap orang tua kandungnya sendiri????

Anna Fitzgerald, gadis berusia 13 tahun, mengajukan gugatan hukum terhadap orang tuanya (Sara dan Brian) menuntut kebebasan medis atas dirinya sendiri. Sejak lahir, Anna sudah menyumbangkan sel darah tali pusatnya untuk kakaknya (Kate) yang menderita leukemia. Tidak ada donor yang cocok untuk Kate, entah itu orang tuanya sendiri atau kakak laki-lakinya, Jesse.

Memang, untuk tujuan menyelamatkan hidup Kate-lah, Anna dilahirkan. Anna adalah anak yang lahir dari proses bayi tabung dimana telah diatur secara medis agar memiliki kesamaan gen dengan Kate, kakaknya. Beberapa jam setelah Anna lahir, ia sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya. Setelah itu Anna menjalani puluhan operasi, transfusi darah, dan suntikan agar Kate bisa melawan leukemia yang sudah dideritanya sejak kanak-kanak.

Dan saat ibunya meminta Anna menyumbangkan ginjalnya untuk Kate yang nyaris sekarat. Saat itulah hati Anna mulai berontak. “Bagaimana jika aku mengalami gagal ginjal saat umurku misalnya, tujuh puluh tahun? Di mana aku mendapat ginjal cadanganku?” Anna kini mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya. Sampai kapan dia harus terus menjadi penyuplai kebutuhan kakaknya? Hingga akhirnya dia mengambil keputusan untuk menggugat orangtuanya agar memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. Keputusan yang membuat keluarganya terpecah dan mungkin berakibat fatal untuk kakak yang teramat disayanginya.

Kasus hukum yang diajukan Anna menjadi lebih rumit ketika perasaan dari masing-masing anggota keluarga mencuat satu persatu, ditambah kehadiran Campbell Alexander sebagai pengacara Anna yang secara tidak sengaja karena kasus ini membuatnya sedikit lebih populer.

Yang membuat novel ini lebih unik adalah gaya penyajian yang disuguhkan oleh sang penulis yang sangat unik (baru pertama kali baca yang seperti ini), penulis menggunakan sudut pandang dari masing-masing karakter dalam tiap bab. Jadi bukan hanya satu sudut pandang tapi lebih, seolah novel ini adalah kumpulan curahan hati dan pikiran tiap-tiap karakter yang mengisi cerita ini.

Jalan ceritanya cukup membuat saya penasaran sejak awal, apakah Kate akan meninggal atau Anna yang akan nyerah. Dan akhirnya ending yang membuat saya benar-benar mengucurkan air mata lebih dari satu ember. (lebay dikit ya!!!!)



Dan novel ini pernah diangkat ke dalam film di tahun 2009 yang diperankan oleh Abigail Breslin – Anna Fitzgerald, Sofia Vassilieva – Kate Fitzgerald, Cameron Diaz – Sara Fitzgerald, Jason Patric – Brian Fitzgerald, Evan Ellingson – Jesse Fitzgerald dan Alec Baldwin – Campbell Alexander dengan sutradara Nick Cassavetes, tapi jujur saya sedikit kecewa dengan film ini, karena sangat jauh dari apa yang saya bayangkan sebelumnya, terutama ending yang sangat berbeda dari versi novelnya (kalau saya jadi Jodi Picoult sudah pasti saya akan protes dan mecak-mencak..... maaf kumat lebaynya).

Bahkan ada juga sinetron/FTV Indonesia yang juga mengadaptasi cerita dari novel ini (tapi saya lupa judulnya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar